aku tagih mati-matian janjiNya. aku tagih mati-matian janjiNya beribu katanya, aku sebut lirih. mengguncang bahu sudah tak tahan. marah pasrah yang tak mampu di bendung kelopak ma…
Rentetan takdir dan basa basinya Kalau yang di bicarakan adalah hidup–kehidupan manusia tidak akan ada habisnya ya, diantara makluk-makluk Allah, hanya manusia yang diberikan perasaa…
mengulang-ulang kata percuma mengulang-ulang kata percuma, sangkaku dan sangkalmu, beriringan kaku, tak, akan bisa cair bersama waktu? bersisihan rapi berwarna putih di sisi muk…
yang seharusnya tidak tenggelam yang seharusnya tidak tenggelam, Fajar : ini untuk kamu, yang memilih kokoh di antara himpitan hancur. yang memilih bertahan, yang percaya ujungnya…
Terlalu yang terlambat, yang padahal seperti untukku Terlambat, satu kata yang aku kebingungan sendiri dalam mendeskripsikannya. tentu terlambat yang aku maksut berkaitan dengan sebuah peristiwa rasa–pe…
suaramu jalan pulang yang kukenali suaramu jalan pulang yang kukenali, sayup-sayup nyaman timbul begitu saja, aku singkirkan tafsiran puisi cengeng. kau, puisi-puisi ambis, yang berte…
Diam-diam. diam tidak? diam-diam aku selalu meminta, dengan memaksa dengan merengek dengan, denganmu selalu terlihat aku, di bola matamu.