[Review Book] Kamu Gak Sendiri Karya Syahid Muhammad | Self Improvement

review buku kamu gak sendiri karya syahid muhammad genre self improvement, pengalaman pribadi penulis yang dilahirkan dalam bentuk tulisan.

duduksebentar.website — Kamu gak Sendiri buku non fiksi pertama yang dilahirkan oleh syahid muhammad yang biasa dipanggil bang Iid, meskipun ini merupakan non fiksi pertamanya, namun buku Duduk Dulu alias buku non fiksi ke-duanya telah menghantarkan aku yang pada akhirnya membaca buku ini. buku yang terbilang tebal terdapat 338 halaman dengan tulisan-tulisannya yang padat, penulis meluapkan segala isi kepalanya kedalam buku ini. di halaman depan kalian akan menemukan kalimat ini :

"saya menulis buku ini, saat sedang kesal"

Benar saja, meskipun buku ini tidak se best seller buku non fiksi ke-duanya, i think ini buku dengan tulisan-tulisan yang jujur. Penulis menuangkan kisah hidupnya di buku ini, tentang mental illnes yang di alaminya, tentang trauma masa kecilnya, tentang kehidupan sosialnya, tentang seisi rumahnya– dengan apa adanya.

baca juga : [Review Book] Duduk Dulu : Jangan Lupa Jadi Manusia Karya Syahid Muhammad

Kamu gak Sendiri yang di bilang di buku ini bukan hanya tentang setiap orang pasti merasakan hal yang sama, sama-sama memiliki masalah apalagi saling membandingkan masalah siapa yang lebih besar. Makna luasanya, sebagai manusia yang tugasnya berproses seumur hidup, proses bertumbuh yang tidak berkesudahan itu perlu keberanian diri untuk tidak hanya melihat sesuatu dari perasaan terluka, perasaan takut, perasaan rugi dan perasaan lainnya yang pada akhirnya membuat kita menutup diri, bahkan tidak mau lagi membuka pintu-pintu kesempatan untuk bertumbuh. Percayalah, buku ini paket complite.

Setiap kisah-kisah penulis ada cerita yang tidak kita alami sendiri tapi berhasil membuat pembacanya memetik hikmahnya. Bagi kalian yang memiliki ansietas/cemas yang berlebihan mungkin akan sangat relete dengan buku ini, penulis lmenceritakan detail tentang yang dialaminya ini hingga cara memecahkan mental healthnya. tapi bagi kalian yang tidak memiliki ansietas berlebihan ini bisa menjadi pencegahan preventif buat diri kalian. 

Ngomong-ngomong buku ini part favoritku ada di Hal 261, dengan sub judul "Sulit untuk tidak Baik-Baik Saja di Antara Orang yang Baik-Baik Saja". Intinya begini, kebanyakan orang tidak merasa bahagia karena dikelilingi orang-orang berbahagia, sialnya kecemasan dan merasa kesepian tertinggi tumbuhnya dari sana. Kalau di pikir-pikir betul juga, seringkali kita berpura-pura senang padahal rapuh hanya karna tidak ingin terlihat rapuh, pada akhirnya kita tidak tahan lagi. lainnya kita juga sering membanding-bandingkan nasip sehingga timbul rasa iri, yang padahal kita tidak benar-benar tau apa yang dirasakan orang tersebut. Tugas kita, mengizinkan mereka senang atau sedih, memvalidasi masalah yang mereka dialami adalah hal yang wajar. tapi ketika kita tidak mendapatkan itu dari orang lain, gak papa, kita tidak bisa memaksa orang lain selalu berpihak kepada kita, kita belajar dari sekarang :)

Baca juga : 5 Cara Menumbuhkan Kebiasaan Membaca Buku

| PERCAYALAH, PENOLAKAN KADANG BISA TERASA SEPERTI SEDANG DIBERIKAN JALAN KE ARAH YANG LAIN. SEPERTI "HEY, BUKAN KE SINI JALANNYA, COBA KE SEBELAH SANA" - Hal 195 |

SEMBUH AKAN SELALU BERIRINGAN DENGAN TUMBUH - Hal 227 |

| AKU SELALU INGIN BISA LEBIH BESAR DARI RASA MARAHKU SENDIRI, MAKSUDKU, AKU BIARKAN RASA MARAH ITU ADA TANPA PERLU DIKUASAI OLEHNYA - Hal 235 |

Rate : 9,5/10

Penulis : Syahid Muhammad

Halaman : 339

Penerbit : Gradien Mediatama

Tahun : 2019


kamu gak sendiri


 

6 komentar

  1. Bukunya menarik
  2. bisa jadi listbooks bacaan kak. dijamin jatuh cinta sama tulisannya bang iid ^_^
  3. Buku yang menarik buat kaum introvert yang suka memendam masalah nya sendiri.
    Juga bagus buat yang sedang galau, karena hidup memang penuh masalah. Maka tugas kita adalah menenangkan diri, karena masalah akan selalu ada.
  4. Akan jadi daftar buku yang akan di beli ini, kaya relate aja ama kehidupan hehe thanks lho reviewnya
  5. Waktu itu pernah liat buku ini di salah satu toko buku. Cuma belum kepikiran untuk membelinya, karena kadung membawa sederet tumpukan buku lainnya. Saya pikir melalui ulasan ini saya jadi pensaran tentang isi bukunya, karena kebetulan saya juga lagi seneng-senengnya baca buku nonfiksi. Terima kasih rekomendasinya.
  6. Saya sering ketemu buku ini di toko oren mbak, cuma memang belum CO sampai sekarang.
    baca review-an menarik juga ya mbak, "saya menulis buku ini, saat sedang kesal"
    bisa lahir buku yang mayan tebal juga, keren.
Tinggalkan jejak disini :)
Posting Komentar