puisi

aku tagih mati-matian janjiNya.

aku tagih mati-matian janjiNya beribu katanya, aku sebut lirih. mengguncang bahu sudah tak tahan. marah pasrah yang tak mampu di bendung kelopak ma…

mengulang-ulang kata percuma

mengulang-ulang kata percuma, sangkaku dan sangkalmu, beriringan kaku, tak, akan bisa cair bersama waktu?  bersisihan rapi berwarna putih di sisi muk…

yang seharusnya tidak tenggelam

yang seharusnya tidak tenggelam, Fajar : ini untuk kamu, yang memilih kokoh di antara himpitan hancur. yang memilih bertahan,  yang percaya ujungnya…

suaramu jalan pulang yang kukenali

suaramu jalan pulang yang kukenali, sayup-sayup nyaman timbul begitu saja, aku singkirkan tafsiran puisi cengeng. kau, puisi-puisi ambis, yang berte…

Diam-diam. diam tidak?

diam-diam aku selalu meminta, dengan memaksa dengan merengek  dengan, denganmu selalu terlihat aku, di bola matamu.