fajar di lengkungan awan,
menyengat punggung
membangunkan memulai hidup
aku tak kalah tertinggal
sekali lagi kau memaksa menyelinap di sela-sela pohon
yang tersisa keindahan,
sisi lain, tidak ada lagi aku disana
sudah lama
menyengat punggung
membangunkan memulai hidup
aku tak kalah tertinggal
sekali lagi kau memaksa menyelinap di sela-sela pohon
yang tersisa keindahan,
sisi lain, tidak ada lagi aku disana
sudah lama