mie ayam + ceker = hidup

duduk sebentar – Menunggu pesanan tak kalah membosankan dengan menebak-nebak keserakahan bayang-bayang yang menelan habis pikiranku, belakangan ini aku baru sadar bahwa ketidakpastian di dunia itu hanya tercipta di kepala sendiri, pasti kok ! makanya hidup sekali lagi. 

aku diantara orang-orang yang menunggu pesanan mie ayam + ceker, aku sedikit membaca sekitar dengan meliriknya sebelum akhirnya pesananku datang, aku racik dengan sesukaku aku kunyah pelan –karena ini kesekian kalinya aku mencoba makan mie ayam di warung yang berbeda, setiap yang aku telan sempat aku lirik kembali sekitar, ada yang menyantap lahap dengan tatapan kosong, ada yang mengunyahnya dengan mata binar ada pula yang terlihat tanpa ekspresi dan apapun itu dia sudah mencoba dan menelannya apapun yang terjadi di lidahnya, dia terima.

jangan salah paham diantara berjuta makanan di dunia aku tidak hanya makan mie ayam, aku ada rasa bosan juga kadang, kasian lidah dan lambungku kalau harus bertemu mie ayam setiap hari. Tunggu ! aku setiap hari memesan hidup yang berwarna, memiliki peran baru. disatukan bersama harapan yang serupa, menjadi pantas dari apa yang dia langitkan ke tuhan. apa tuhanku bosan dengan yang aku langitkan setiap hari hal yang sama, penguhujung tahun sudah di depan mata, usiaku astaga bertambah, dan aku masih hidup, begini. 


Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini :)
Posting Komentar