belajar berdampingan dengan gelisah

duduk sebentar – kehidupan WNI yang semakin hari semakin caruk-maruk ini menjadikan hidup dengan kegelisahan setiap hari, kecuali orang-orang yang berpihak di pemerintahan, orang-orang yang kerjaannya menyapu omongan penguasa, betapa mirisnya hal yang buruk di jadikan kehalalan demi sebuah bertahan hidup. 

jangan terlalu banyak membaca berita di media sosial, itu bukan solusi. dengan tidak membaca beritapun fakta kehidupan orang-orang di sekeliling kita, bagaimana fasilitas-fasilitas umum yang seadanya, orang-orang kesulitan berobat kita rakyat yang harus beradu domba atas kebijakan sampah. 

tempat-tempat kopi shop, supermarket, mall sebagian besar dipenuhi oleh banyak orang. tapi betapa lebih banyak orang yang mengantri bansos, ratusan mahasiswa yang baru lulus mengantri sesi wawancara, ratusan siswa SMA yang semangat kuliah namun dihambat oleh biaya, ratusan orang tua yang kebingungan besok makan apa, ratusan orang yang tertipu oleh kebijakan yang buruk. 

sungguh miris melihat bencana dimana-mana tapi seolah-olah kehidupan berjalan begitu baik-baik saja, melihat kehidupan penguasa nirempati, melihat kecurangan dimana-mana.

mempunyai kegelisahan diantara hidup yang beruntung ini sungguh perlu, menumbuhkan empati di dalam diri sendiri terlahir dari gelisah yang setiap hari kamu rasakan. bukan untuk menjadi pahlawan, apalah kita yang tidak memiliki power ini, tapi itu bekal kita menjadi orang yang lebih menghargai hal-hal kecil dikemudian hari.

aku berharap kita sama-sama memiliki gelisah yang baik, yang menetap di diri kita sebagai teman bukan hal asing.

Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini :)
Posting Komentar