kehidupan setelah sore hari

duduk sebentar – Memulai hari dengan pekerjaan yang memang kamu pupuk sejak masa pendidikan, yang kerap kali kamu anggap badai, yang terpaksa mendesak masuk ke dalam hari-harimu setelahnya. terpaksa? entahlah buktinya aku mencoba terus belajar suka setiap harinya.

berangkat kerja, pulang, lalu bersiap kerja lagi. membosankan ya. 

kehidupan pukul lima sore, menutup hari dengan malam yang lelap, tapi ternyata untuk menuju lelap harus melewati ovt ovt tai kocheng, sepintas setelah mengganti baju kerja dengan kaos oblong sehari-hari–rasanya hidup baru dimulai, benar-benar rasa takut yang paling mendominasi. agak dramastis, tapi ini mungkin hanya pikiran wanita single yang tidak punya kegiatan lain selain kerja, kerja, kerja, tipes haha.

tapi aku suka dengan kehidupan malam, suka dengan aku dengan kehadiran penuh, aku suka dengan ovt ovt tai kochengku–barangkali lalu sadar berpegang erat dengan do'a, menghubungkan kekawatiran dengan ketidakpastian. 

sebagai pekerja dengan waktu tiga shift, aku tidak kenal hari minggu juga tanggal merah juga cuti bersama, ternyata pada akhirnya aku menikmati waktu-waktu itu, sedikit sih, banyak mengeluhnya hehe. tapi sebentar, aku juga bersyukur paling banyak, diantara dunia yang "aduh" percayalah percayalah lebih susah mencari kerja. yuk yuk yang ada sekarang selagi lebih banyak manfaatnya untuk diri kita sendiri–kita nikmati. barangkali mengeluh bisa meredakan lelah, barangkali capek mengantarkan kita pada syukur, pertahanin ya.

kehidupan pukul lima sore, lain waktu ketika memasuki hari jatuh hati, teman hidup di setiap malamku, barangkali tetap akan menjadi kehidupan yang baru di mulai, selepas siang hari yang menegangkan, malam menjadi kehidupan baru untuk saling bertukar resah, mengurai yang rumit menjadi asik. 


Posting Komentar

Tinggalkan jejak disini :)
Posting Komentar